|
|
|
Contributors |
Bab 1> Bajak Laut Mencari Cinta
Tyo sang bajak laut bermata satu sedang bosan. Selama lima belas tahun petualangannya di lautan, ia telah memenuhi semua yang ingin dicapainya. Armada Kerajaan Inggris yang terkenal tangguh dan telah bertahun-tahun memburunya dibuatnya frustrasi. Kapal dagang Spanyolyang digembar-gemborkan tidak dapat dirampok karena memiliki sistem pertahanan paling muktahir telah ditaklukannya. Penjara Portugis yang diibaratkan neraka bagi para pesakitan penghuninya tak mampu menahannya lama-lama. Tyo Mata Satu, bajak laut paling ditakuti di dunia, sedang berada di puncak kejayaannya. Ia punya kuasa, harta, dan wanita. Ratusan anak buahnya menghormatinya, bajak laut lain segan akannya, kapal-kapal dagang menghindarinya dengan segala cara, para laksamana terkemuka hanya bisa menggertakkan gigi melihat sepak terjangnya. Dan kini ia merasa bosan. "Aku tidak punya tujuan apa-apa lagi, Joe," demikian ia mengaku kepada Joe Kaki Kayu, letnan kepercayaannya sekaligus sahabatnya sejak mereka masih kecil dan bersama-sama mencuri apel di jalan-jalan Bastilia. "Aku sudah memiliki segala-galanya. Katakan padaku, Joe, apa yang harus kulakukan?" "Tyo," sahabatnya mengetuk-ngetukkan pipanya di atas meja kayu. "Kau bertanggung jawab atas orang-orang itu. Mereka menghormatimu, mereka bersedia mati untukmu." Joe Kaki Kayu menyalakan tembakau di pipanya dan menatap Tyo Mata Satu dengan tajam. "Mereka tidak boleh melihatmu seperti ini." "Aku tahu, Joe. Katakan padaku." Joe mengepul-ngepulkan asap dari pipanya. Matanya yang sipit semakin mengecil terkena asap tembakau bermutu rendah. Sejurus lamanya ia menatap Tyo tanpa berkata apa-apa. Akhirnya, "Engkau harus mencari pasangan hidup, Tyo." Tyo Mata Satu, bajak laut paling ditakuti, balas menatap. Sejenak kemudian ia melemparkan kepalanya ke belakang dan tertawa terbahak-bahak. "Joe! Kau gila! Akhirnya tembakau busuk itu meracuni otakmu!" Sahabatnya tidak ikut tertawa. "Kau meminta pendapatku. Dan aku serius." "Aku tahu kau serius. Dan kau gila." Joe Kaki Kayu mengangkat bahu dan berdiri. "Temukan dirimu seorang pasangan hidup, Kapten," ia mengulangi sebelum keluar dari kabin. ![]() |
0 Comments:
Post a Comment
<< Home